Senin, 06 Januari 2014

PDI PERJUANGAN TETAP MENGUMUMKAN CAPRES DAN CAWAPRES SETELAH PEMILU LEGISLATIF

Meskipun didesak untuk mengumumkan capres dan cawapresnya lebih awal oleh berbagai pihak namun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tetap memutuskan akan mengumumkan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung pada Pemilihan Presiden 2014 pada April mendatang. Hal ini mungkin untuk menghindari serangan daripada pihak lawan. Saat ini, ada dua nama yang mencuat sebagai kandidat capres yaitu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo di Jakarta, Minggu (5/1/2014).

"PDI Perjuangan akan memutuskan siapa yang diusung capres dan cawapres pada bulan April 2014 setelah pemilihan legislatif (pileg)," ujar Tjahjo.

Pasangan capres-cawapres ini, lanjut Tjahjo, akan diputuskan oleh Megawati sesuai keputusan Rakernas PDI Perjuangan. Megawati memiliki kewenangan penuh dalam memutuskan pasangan capres-cawapres dan momentum yang paling tepat untuk mendeklarasikan keduanya.

Tjahjo mengatakan, Megawati akan mencermati perkembangan atau dinamika politik nasional dan internasional pada tahun ini.

"Ibu Megawati tetap akan cermat dan hati-hati," ujar anggota Komisi I DPR tersebut.

Menurutnya, jika merujuk hasil berbagai lembaga survei, ada dua nama kader PDI Perjuangan yang masuk dinominasikan sebagai capres yaitu Megawati dan Jokowi.

"Perlu kesabaran revolusioner dalam mengambil keputusan yang tepat untuk bangsa Ini," kata Tjahjo.

Sebelumnya, sempat mengemuka tiga skenario yang disiapkan PDI Perjuangan untuk menghadapi pemilihan Presiden 2014. Ketiga skenario ini seluruhnya melibatkan nama Jokowi, yang selalu berada di posisi teratas dalam berbagai survei. Tiga skenario itu yakni PDI Perjuangan mengusung duet Megawati-Jokowi, jika berhasil meraup suara lebih dari 20 persen dan bisa maju sendiri tanpa koalisi.

Skenario kedua yakni dengan mengusung Jokowi sebagai capres dengan kader internal PDI Perjuangan. Skenario ketiga yakni dengan mengusung Jokowi sebagai capres dan wakilnya dari pihak eksternal. Dari kalangan eksternal ini, muncul pula usulan di internal partai berlambang banteng itu untuk mengusung Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon wakil presiden.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar